TIADA LAGI SUNYI TANPA AYAH: Menyembuhkan Luka Pengabaian, Memulihkan Diri, dan Membangun Kehadiran Ayah dalam Keluarga
Keywords:
pengembangan diri, nonfiksi, mindset, motivasi, ayahSynopsis
Kehadiran sosok ayah sering kali digambarkan sebagai tiang yang menyokong suatu bangunan; meski berfungsi untuk memperkuat, ia sering kali berdiri dalam kebisuan. Namun, apa yang terjadi ketika kebisuan itu berubah menjadi kesunyian yang berkepanjangan? Suatu kesunyian yang bukan hanya melibatkan hilangnya suara, tetapi juga ketidakberadaan jiwa, pelukan, dan panduan dalam pertumbuhan seorang anak. Fenomena ketiadaan ayah, baik itu secara fisik maupun mental bukan sekadar masalah sosial yang sepele. Ini adalah luka yang cenderung diturunkan tanpa disadari dari satu generasi ke generasi berikutnya. Kesunyian yang dirasakan oleh seorang anak saat ini mungkin adalah gema dari kesunyian yang dialami oleh sang ayah di masa lampau. Inilah rantai yang perlu kita ketahui, kita atasi, dan pada akhirnya, kita putuskan. Buku "Tiada Lagi Sunyi Tanpa Ayah: Menyembuhkan Luka Pengabaian, Memulihkan Diri, dan Membangun Kehadiran Ayah dalam Keluarga" hadir bukan untuk mengkritik atau menyalahkan. Buku ini dirancang sebagai sebuah ajakan bagi para ayah, calon ayah, dan keluarga untuk introspeksi ke dalam lingkungan mereka.
Downloads
Published
Series
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.

